Selasa, 04 Februari 2014

Seuntai pesan tuk sang pejuang



SEUNTAI PESAN TUK SANG PEJUANG
Kibasan cahayapun berayun menerpa jiwa
Saat buah rindu sampai pada ufuq jagad raya
Aku terpana memandang lembayung nan sedih
Karena senja pun sebentar kan tiada

Wahai anak panah nan tajam, lurus, dan bening
Meluncurlah ke angkasa menusuk awan dan untaian bintang-bintang
Kan kau dapati nirwana penuh aroma
Kan kau temui senyum manis bidadari nan elok dan asri

Aku bangga jika wajahmu terlihat dalam kaca benggala
Aku senang jika suaramu terdengar disela petikan kecapi nan sendu
Aku bahagia saat pijakan kakimu terayun diatas hamparan mutiara
Aku suka saat namamu tertulis diatas rentetan nama-nama pembela kebenaran

Haruskah aku membimbing perjuanganmu…..?
Mestikah aku memapah ayunan gerak kakimu….?
Saat kulihat tegapnya badanmu
Saat kutatap tegarnya semangatmu
Saat kudengar lantangnya suaramu
Aku cukupkan untuk mengiring do’a atas kepergianmu
Aku cukupkan seuntai pesan tuk mendampingi perjuanganmu
……anakku…engkau anakku….cukuplah alloh perlindungmu
Dan ……jadikan hati dan jiwamu yang murni sebagai hakim dalam keputusanmu

Do’a tulusku sebuah pertanda ikhlasnya diriku
Tak ada sedikit gusar apalagi dendam dalam jiwa
Saat kita bersama saat membuka rahasia-rahasia firman Allah SWT
Aku mengajak dirimu masuk ketepian alam tuhanmu
Saat aku mengajak sholat nan khusyu
Aku mengajak engkau masuk dimensi jiwamu
Temukanlah sholat khusyu sepanjang perjalanan hidupmu
Kan kau temui Allah SWT disana….dilautan jiwa nan abadi
Jangan berhenti mencari kebahagiaan rohani
Satu kata kunci tuk memastikan bahagia
Engkau tahu bahwa orang lain semuanya mencari itu
Sedang engkau telah memilikidan menikmatinya
Yakni….SAAT ENGKAU MERASA BERSAMANYA. 

Dari Album kenang-kenangan YASPIA Cibarusah
oleh: Drs H Agus Zainal Muttaqin