SEUNTAI
PESAN TUK SANG PEJUANG
Kibasan
cahayapun berayun menerpa jiwa
Saat buah rindu
sampai pada ufuq jagad raya
Aku terpana
memandang lembayung nan sedih
Karena senja pun
sebentar kan tiada
Wahai anak panah
nan tajam, lurus, dan bening
Meluncurlah ke angkasa
menusuk awan dan untaian bintang-bintang
Kan kau dapati
nirwana penuh aroma
Kan kau temui
senyum manis bidadari nan elok dan asri
Aku bangga jika
wajahmu terlihat dalam kaca benggala
Aku senang jika
suaramu terdengar disela petikan kecapi nan sendu
Aku bahagia saat
pijakan kakimu terayun diatas hamparan mutiara
Aku suka saat
namamu tertulis diatas rentetan nama-nama pembela kebenaran
Haruskah aku
membimbing perjuanganmu…..?
Mestikah aku
memapah ayunan gerak kakimu….?
Saat kulihat
tegapnya badanmu
Saat kutatap
tegarnya semangatmu
Saat kudengar
lantangnya suaramu
Aku cukupkan
untuk mengiring do’a atas kepergianmu
Aku cukupkan
seuntai pesan tuk mendampingi perjuanganmu
……anakku…engkau
anakku….cukuplah alloh perlindungmu
Dan ……jadikan
hati dan jiwamu yang murni sebagai hakim dalam keputusanmu
Do’a tulusku
sebuah pertanda ikhlasnya diriku
Tak ada sedikit
gusar apalagi dendam dalam jiwa
Saat kita
bersama saat membuka rahasia-rahasia firman Allah SWT
Aku mengajak
dirimu masuk ketepian alam tuhanmu
Saat aku
mengajak sholat nan khusyu
Aku mengajak
engkau masuk dimensi jiwamu
Temukanlah
sholat khusyu sepanjang perjalanan hidupmu
Kan kau temui
Allah SWT disana….dilautan jiwa nan abadi
Jangan berhenti
mencari kebahagiaan rohani
Satu kata kunci
tuk memastikan bahagia
Engkau tahu
bahwa orang lain semuanya mencari itu
Sedang engkau
telah memilikidan menikmatinya
Yakni….SAAT
ENGKAU MERASA BERSAMANYA.
Dari Album
kenang-kenangan YASPIA Cibarusah
oleh: Drs H Agus
Zainal Muttaqin